Tauhid, puncak kenikmatan Tiada banding..
Anda tak usah heran dengan Imelda Marcos yang mempunyai 5000 pasang sepatu. Atau "Diva Pop" Rehanna yang menghabiskan 7,5 trilyun setahun (2009) untuk menjaga kecantikannya.Atau Victora Becham yang dalam sehari urusan fasyennya saja menghabiskan belanja 7 milyar. Yang konon harga Hp nya 800 juta dan tak retak jika dilindas mobil, dan harga jam Rolexnya 6 miliyar. Itu sih masih belum seberapa.
Anda tak bisa bayangkan limpahan kekayaan Fir'aun. Yang dihadiahkan saja sangat fantastis. Lalu berapa harga miliknya? Fir'aun, Raja Ramses III yang hidup tahun 1265-1197 SM pernah memberi hadiah kepada tokoh dukun di zamannya dengan 88.786 tawanan, serta 32 ton emas. tak salahkah? Iya, 32 ton emas.
Kalaulah satu gram emas seharga 300 rb, lalu berapakah harga 30 ton emas? Dan pada abad II SM, dukun mendapat mahar berupa 240 ladang, 83 perahu, 46 pelabuhan, dan 500 rb kambing.
Namun dengan gelimang limpahan harta itu Fir'aun bernasib tragis. Ia peroleh hadiah terburuk. Neraka..!!! Asiyah istrinya tak silau dengan harta. Ia lebih memilih mati terbunuh ditangan manusia itu sendiri, karena mengutamakan iman. Dan tak sia-sia, Allah menggantinya dengan yang lebih baik.
"Dunia lebih busuk daripada bangkai tanpa agama" Demikian Rasulullah memberi pernyataan. Manusia adalah makhluk yang mulia. Ujung kehidupannya jauh melampaui sekat-sekat dan batas-batas duniawi. Kebahagiaan terbesar manusia, adalah ketika memperoleh nikmat tanpa batas.
Hadiah surgawi itu akan diperoleh manusia ketika patuh dan disiplin terhadap ajaran-Nya. Kemanisan duniawi seperti yang dikatakan Ibn Abbas, hanyalah alat peraga ( wasail idhah) untuk menjelaskan kenikmatan kelak.
Sebab otak manusia hanya terbatas, seringkali harus diberi penjelasan dengan wujud-wujud sehingga mudah dimengerti.
Merasa dekat dengan pencipta, Allah, menjadikan manusia untuk tabah menghadapi segala tantangan yang dihadapi. Sebab ia merasa bahwa segala kesulitan itu, hanyalah cobaan temporer menuju kebahagiaan abadi yang dijanjikan. Itulah mengapa , agama atau keyakinan merupakan vaksin ampuh untuk ketahanan mental manusia. Prof.Dr.dr. Dadang Hawari Psi menyatakan, "Dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh pakar dapat disimpulkan bahwa:
1.Komitmen agama dapat mencegah dan melindungi dari penyakit, meningkatkan kemampuan mengatasi penyakit, dan
Comments